ANALOGI KONSEP KEWIRAUSAHAAN DENGAN PERMAINAN LEMPAR TELOR

April 27, 2009 at 5:41 pm Tinggalkan komentar

 

melempar-telor-dalam-kemasan

Dunia usaha merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Lemahnya sektor dunia usaha selama ini, merupakan salah satu penyebab masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Untuk itu, paradigma baru pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik dibidang akademik, namun juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa enterpreneurship peserta didik tersebut yang kadangkala berada di luar lingkup akademik mereka.

 

Dalam konteks pendidikan tinggi, untuk memberikan bekal kewirausahaan kepada mahasiswa, maka dewasa ini dikembangkanlah mata kuliah Kewirausahaan yang menjadi bagian dari kurrikulum akademik mahasiswa semua jurusan di berbagai Universitas. Kompetensi yang diharapkan dari setiap mahasiswa setelah mengikuti matakuliah ini antara lain adalah agar mahasiswa: dapat menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dan telah memiliki jiwa wirausaha.

 

Menjadi pertanyaan bagi para pengasuh matakuliah ini, akankah kompetensi ini tercapai melalui kegiatan perkuliahan selama satu semester dengan beban 2 sampai 3 SKS ini?. Mungkin bila anda adalah para penggemar teori, akan menjawab, why not??. Sementara bagi pengusaha sambilan akan menjawab maybe yes-maybe no. Tetapi bagi the real enterpreneur, jawabanya sudah jelas pasti tidak. Mana yang benar, bukan kewenangan saya untuk menjustifikasinya.

 

Kewirausahaan mencakup aspek kepekaan membaca peluang bisnis, kemampuan berinovasi dan keberanian mengambil resiko, yang semuanya itu diperoleh melalui proses pengalaman yang panjang. Aspek-aspek tersebut tidak bisa diteorikan. Ia hanya bisa diperoleh apabila peserta didik dapat mengalami proses membangun usaha, mengembangkan usaha, rintangan dan tantangan usaha, persaingan pasar, serta evaluasi dan inovasi untuk menjadi pemimpin pasar.

 

Jiwa wirausaha atau lazim disebut naluri bisnis hanya akan muncul bila mahasiswa langsung berhadapan dengan dunia usaha yang riil, kendala yang riil, resiko yang riil dan keuntungan yang riil. Naluri bisnis ini, mungkin ada hubungannya dengan ketrampilan dasar yang mereka miliki secara akademik, atau mungkin juga tidak. Bisa saja seorang mahasiswa fakultas hukum terjun di bisnis perbengkelan dan berhasil, sementara ada juga mahasiswa teknik mesin yang terjun dibisnis yang sama namun gagal.

 

Sementara itu, prinsip-prinsip kewirausahaan baru akan dipahami bila mereka dihadapkan pada ruwetnya sistem bisnis dan resiko bisnis. Dan kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan, hanya akan dapat dimiliki apabila mereka merasakan sendiri bagaimana konsep untung-rugi berlaku pada bisnis yang mereka geluti.

 

Melihat sulitnya mencapai kompetensi mata kuliah kewirausahaan tersebut, maka berbagai inovasi pembelajaran dilakukan. Berbagai simulasi, permainan, diskusi dan pemaparan dikembangkan dalam upaya mencapai kompetensi tersebut, atau paling tidak memberikan filosofi tentang kewirausahaan tersebut. Berikut ini adalah salah satu permainan yang saya kembangkan dalam rangka memberikan pemahaman tentang sistem bisnis bagi mahasiswa saya di Jurusan Teknik Mesin Universitas Bengkulu.

Laman: 1 2 3 4

Entry filed under: Ekonomi. Tags: , .

LISTRIK BERKUALITAS Cara Membuat Asbak Hias Berbahan Resin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


April 2009
S S R K J S M
    Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
free counters

Klik tertinggi

Cluster Map

RSS Top Science News

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: